March 18, 2015

Demokratisasi (kebebasan) Kampus Kian memblur
Catatan dalam Sejarah Kelam Indonesia, dimasa orde baru adalah rezim yang memberangus Hak Asasi Manusia. Banyak Literasi yang di tuliskan pengamat politik diantaranya Leena Avonius.

Leena Avonius menunjukan adanya pemberangusan kebebasan berekspresi dalam bebarapa point berikut :
  1. Mencegah Peristiwa publik dengan cara pemboikotan sampai pembubaran,
  2. Mengkriminalisaiskan orang yang mempunyai pendapat yang bertentangan denga rezim, dan yang terakhir
  3. Penghapusan kebebasan berekspresi dengan jalan kekerasan (Avonius and Kingsbury, 2008)
Senada Dengan Itu, Philip Eldridge dalam bukunya " The Politic of Human Rights in South Asia" Menggambarkan Pemberangusan HAM oleh rezim Suharto dengan cara mengkonstruksi wacan ideologi Pancasila untuk melanggengkan kekuasaannya (Eldridge, 2002). Pemberangusan kebebasan Sipil ini tidak terbatas pada kebebasan Masyarakat sipil dalam isu Pendidikan.

Terkait Persoalan ini, Protes pun bermunculan dari berbagai kalangan Masyarakat dan Mahasiswa, Protes ini meluas hingga ditingakat Nasional. terbukti dengan kepanikan rezim tahun 1978 dengan mengeluarkan SK No. 0156/U/1978 tentang normalisasi kehidupan kampus (NKK)/ SK No. 037/U/1979 badan koordinasi kemahasiswaan (BKK) tahun 1978 melalui menteru pendidikan dan kebudayaan Daod Joesoef. 

Maksud dari NKK/BKK ini untuk membungkam mahasiswa untuk tidak turun dalam persoalan urusan sosial politik nasional. Tapi bukan kabar baik yang didapatkan, justru perlawanan semakin Gigih dari Mahasiswa.

Puncaknya tahun 1998 <Next ... >

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna Veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat.

0 comments:

Post a Comment

Start Work With Me

Contact Us
JOHN DOE
+123-456-789
Melbourne, Australia